Perjalanan Panjang Sang Sansevieria

Perjalanan Panjang Sang Sansiviera
Sansevieria trifasciata, Sumber: https://www.99.co/blog/indonesia/khasiat-tanaman-lidah-mertua/

Perjalanan Panjang Sang Sansevieria – Memiliki aneka warna dan bentuk daun yang menarik. Mudah tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Cocok dijadikan tanaman hias baik outdoor dan Indoor. Itulah sansevieria, tanaman yang di Indonesia dikenal dengan nama lidah mertua.

Melalui sebuah penelitian selama 10 tahun, National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengungkapkan bahwa Sansevieria mampu menyerap 107 jenis polutan. Hal tersebut semakin meningkatkan pamor dari Sansevieria.

Sansevieria Adalah Tanaman Hias Dengan Banyak Manfaat

Tak hanya indah, sansevieria juga memiliki banyak manfaat. Di Afrika, serat daun sansevieria diolah menjadi benang, tali, kain, dan kertas. Dawai dari mouthbow –alat musik tradisional Afrika– juga terbuat dari serat sansevieria. Di Filipina, pabrik tenun menggunakan sansevieria sebagai bahan baku kain yang dikombinasikan dengan serat daun nanas.

Rupanya, tak hanya cantik sebagai tanaman hias. Sansevieria juga memiliki manfaat sebagai obat. Suku Maasai, kelompok etnis asli Afrika menggunakan daun sansevieria sebagai pembalut luka alami. Hingga saat ini, penelitian terhadap fungsinya di bidang kesehatan terus dilakukan. Hasil penelitian George R. Pettit bersama rekannya membuktikan bahwa saponin yang diisolasi dari Sansevieria ehrenbergii dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Sansevieria Juga Pernah Berpindah-Pindah Genus

Sansevieria memiliki 140 spesies. Sebagian besar merupakan spesies asli Afrika. Dan sebagian lainnya merupakan spesies asli India dan Asia. Sansevieria sempat mengalami perubahan klasifikasi (pengelompokan makhluk hidup), khusunya pada tingkat genus. Genus/marga adalah pengelompokan makhluk hidup yang secara hierarki tingkatnya berada di atas spesies/jenis dan berada di bawah famili.

Sansevieria ditanam diluar habitat aslinya pertama kali oleh Casper Commelin, seorang pedagang dan ahli botani asal Belanda. Casper kemudian berinisitaif untuk mempublikasikan sanseviera dengan bantuan seorang pelukis bernama Jan Moickx. Dikenalkan pertama kali pada tahun 1701 di majalah Horti Medici Amstelodomensisi Rariorum Plantarum.

Pada tahun 1753, Carolus Linnaeus lewat bukunya yang berjudul Species Plantarum mengelompokkan Sansevieria ke dalam genus aloe. Carrolues Linnaues sendiri adalah seorang ilmuwan Swedia yang dikenal sebagai ‘bapak taksonomi modern’. Salah satu jenis tanaman dari genus aloe adalah lidah buaya dengan nama ilmiah Aloe vera.

Sepuluh tahun kemudian, berarti sekitar tahun 1760 an, Sansevieria dimasukkan ke dalam genus Cordyline oleh Michael Adanson. Seorang ahli botani asal Prancis. Tanaman lain yang masuk dalam genus cordyline adalah hanjuang.

Sansevieria hyacinthoides
Sumber: Klik disini

Resmi Menyandang Nama Sansevieria

Tahun 1987 sansevieria resmi menyandang nama baru yaitu sansevierinia. Nama tersebut diambil dari seorang bangsawan sekaligus ahli botani asal Itali Prince of Raimond de sansgrio de Sansiviero. Bangsawan yang tinggal di Roma tersebut mengoleksi beragam sansevieria dari Afrika.

Kemudian, seorang ahli botani asal swedia bernama Carl Peter menyempurnakan nama sansevierinia menjadi sansevieria pada tahun 1794. Carl Peter sendiri merupakan murid dari Carrolus Linnaeus. Mendapat julukan sebagai ‘bapak botani Afrika Selatan’ dan ‘Linnaeus Jepang’.

Akhirnya, sampailah sansevieria di ujung perjalan. Sansevieria disahkan sebagai nama genus melalui kongres internasional, Vienna Congress of Botanical Nomenclature. Kongres tersebut berlangsung di Austria pada tahun 1905.

Perjalanan Panjang Sang Sansevieria

Sejak peresmian tersebut bebera spesies sanseviera ikut mengalami perubahan nama. Seperti Aloe hyacinthoides berubah nama menjadi Sansievieria hyacinthoides. Acyntha gueeninsis berubah nama menjadi Sansevieria trifasciata.

Tentunya informasi ini banyak yang tidak tahu. Jika dihitung, dari tahun 1701 sampai tahun 1905, berarti ada jarak waktu selama 2 abad lebih. Itulah waktu yang dibutuhkan oleh sansevieria untuk dapat menyandang namanya sendiri. Sungguh perjalanan yang amat panjang bukan?

Perjalanan panjang ini juga menjadi satu ide bagi kami untuk mengabadikannya menjadi nama blog kami. Hingga terciptalah blog Sansivera Garden ini. Semoga kelak, blog ini bisa menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi teman-teman.

NB: Artikel ini dirangkum dari buku berjudul ‘Sansevieria – 200 Jenis Spektakuler – 400 Foto’ terbitan Trubus tahun 2010 dan beberapa artikel lain dari Wikipedia.

24 Komentar

  1. Lah baru tahu, ternyata daun lidah mertua bisa dijadikan obat, benang, tali dan sebagainya. Saya kira hanya tanaman hias aja.

    Berarti, lidah mertua ini tidak secerewet mertua ya? Hihihi…

  2. Waktu kecil aku taunya sansivera itu tanaman ular loh hehehehe. Jadi kupikir kalo ada tanaman ini trus jadi banyak ular gitu berdatangan … Ternyata enggak ya.. wkwkwkwk

    Eniwe semoga blognya cetar membahana dan bermanfaat ya mba.. sukses selalu 😍

  3. Tanaman ini memang sering banget lihat di tanam di rumah rumah orang termasuk mamaku. Namanya lidah mertua aja baru ngeh beberapa bulan lalu. Eh nama aslinya abru tahu sekarang sansevieria

  4. Ini di tempatku namanya ilat boyo (jawa, lidah buaya) tapi entahlah kenapa lidah buaya dalam bahasa indonesia berganti jadi aloe vera. Tanaman yang kuat, tahan banting meski dimusim kemarau

  5. Meski penampakan nya tidak indah karena tidak punya bunga, manfaatnya keren juga ya. Sempat ramai di Indonesia. Namun tenggelam oleh kaktus, aglonema, dkk. Panjang juga ya perjalanan dpaat namanya. Hehe

  6. Whoooa untuk punya nama aja Sansaviera butuh waktu yang lama ternyata. Aku baru tahu lho selain terlihat cantik sebagai tanaman hias, ternyata dia digunakan sebagai bahan benang, kain dan kertas di Afrika bahkan bisa jadi obat juga ya. Keren banget 🙂

  7. Sansivera dahulu merupakan tanaman pagar taman yang banyak ditemui di desa-desa. Saat ini dengan ukuran halaman rumah yang makin sempit, sansivera tetap bertahan dan berfungsi sebagai penyaring polutan. Terutama di ruangan-ruangan kantor.

  8. Wah baru tau ternyata lidah mertua punya nama yang memiliki nilai historis. Dulu tanaman ini sering saya jadikan mainan sama teman-teman eh ternyata justru memiliki manfaat yang banyak. Jadi tambah banyak ilmu

  9. Sering banget lihat tanaman itu di taman-taman kecil di perumahan atau di dalam pot di dalam rumah. Kalau nggak salah, kami biasa menyebutnya lidah mertua. Entah, bagaimana kemiripannya dengan lidah mertua.

    Luar biasa ya perjalanan panjangnya. Salut untuk para ahli yang telah berusaha.

  10. tanaman ini kalo di kampungku masih banyak dan tumbuh dengan liar, masih belum banyak orang yang tau manfaatnya termasuk aku, dan aku baru tau manfaatnya setelah baca di artikel ini. pokoknya mantap.

1 Trackback / Pingback

  1. Manfaat Lidah Mertua yang Jarang Orang Tahu - Sansivera Garden

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*